Sabtu, 12 Oktober 2013

In The School



Satu hal yang paling menjengkelkan dalam diri saya yang mungkin juga orang lain akan merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan ini. Mungkin ini cobaan atau kesengajaan dari pihak yang bertanggung jawaban, tapi mau ngak mau yanh, kita tetap harus menantikan sebuah jawaban yang sampai saat ini masih terombang ambing kesana kemari, ngak tau kemana arah tujuannya.
Menanti jadwal prakerin untuk kelompok saya yang telah dibagi beberapa hari lalu, teman-teman sayapun juga sudah pada mengeluh akan hal itu. Yah, siapa mau menunggu kepastian yang seperti ini, seakan-akan kita ini tergantung. Ini juga bukan kesalah dari kami sebagai siswa, mungkin saja kesalahan sekolah, tetapi tek sepenuhnya juga sekolah bersalah dalam hal ini, mungkin ada kendala lain yang mengakibatkan telaambatnya proses ini. Yah hanya bisa menanti sajalah.
Yah, tiga hari yang lalu kelompok iis telah berangkat kelokasi untuk prakerin mereka, ada sedikit rasa sakit hati, kecewa bahkan iri, kenapa sih mereka yang lebih dulu berangkat kelokasi, kenapa juga harus mereka, kenapa bukan kelompok saya coba. Kalaupun butuh tiga perempuan kan tinggal tukar saja. Gitu aja kok susah. Tapi kukembalikan lagi pada yang maha kuasa. Mungkin saja Tuhan memiliki rencana lain yang dimana dalam rencananya itu lebih baik dari rencana kita sebagai manusia bisa. Mungkin saja jika saya pergi saat itu saya akann mengalami kecelakan hingga akhirnya Tuhan membatalkan rencana kami. Tapi Tuhan memang tau segalanya, apalagi saat ini keuangan yang kumiliki tidak begitu mendukung untuk membeli perlengkapan saya dilokasi selama dua bulan lamanya.
Ketika kepalla sekolah masuk kedalam kelas saya tadi, ia mengatakan ada sedikit masalah lagi dengan jadwal keberangkatan tiga kelompok yang masih belum memiliki penempatan industry, yah sungguh begitu membuat semangat agak down gitu. Yang tadinya sudah semangat seakan akan ingin mengangkat bumi ini dan memindahkan didekat planet sarturnus. Hehehe, tapi sayangnya akibat diterimanya berita beruk tersebut membuat para siswa menggali tanah. Bukan untuk mengambil sampel atau apa. Tapi mau ngubur dirinya. Hahah.
Menunggu, menunggu, menunggu. Akhirnyi kolompok saya dapat jadwal keberangkatn besok pagi ke Fisdeko, Konsel. Kamipun semua dipanggil keruang guru dan sedikit diberi arahan tetang persiapan kami besok sebelum kelokasi. Setelah perbincangan bersama kepala sekolah selesai kamipun seemua bergegas pulang dan menyiapkan perlengkapan masing-masing. Nah, inilah titik masalah saya saat ini, dimana perlengkapan saya belum ada sama sekali melainkan hanya baju praktek dan sepatu saja sedang yang lainnya belum ada sama sekali, saya begitu pusing. Kuhubungi kembali mama, minta pertolongan agar menghubungi kaka saya yang juga kerja di pertambangan agar mengirimkan saya uang untuk membeli perlengkapan yang lain-lain. Setelah melakukan berbagai komunikasi akhirnya semua terpenuhi juga.
Yang jadi problem lagi untuk keperluan pribadiku adalah bantal doraemon, hahaha, mungkin ini hanyalah keinginan bukan kebutuhan, tapi rasa cintaku pada doraemon begitu tinggi hehe. Setelah berkeliling dari MTQ, Lippo Plaza, Brilian Plaza bahkan dipinggir-pinggir jalanpun tidak ditemukan juga.
Keesokan harinya, kamipun brangkat denggan menggunakan mobil Avansa hitam pada jam delapan teng agak lebih—lebih dikit. Yang pada akhirnya perjalanan yang kami tempuh selama kurang lebih empat jam lamanya. Waow, dekat kok. Hehehe. Setelah sampai dilokasi atau industry yang kami tuju akhirnya kami harus menunggu dulu di pos dua areal penammbangan lalu melapor ke KTT-nya kemudian barulah kita bertemu langsung pada pemilik perusahaan tersebut, dia menyambut kami dengan begitu ramah, penuh perhatian dan ramah lingkungan, eh yang terahir tadi ngawur yah…
Lalu kami ditemukan pada pembimbing yang bakalan ngajar kami nantinya. Begitu banyak penyampaian-penyampaina yang begitu penting yang juga akan membantu kami dalam melakukan prakerin ini. Hem yang intinya jangan malu bertanya dan musti doyan ama tantangan juga ngak boleh ngeluh. Besok musti siap jam tujuh melakukan kegiatan pengeboran.. hehe yang penting bukan ngebor hati orang yah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar