1. Pilboks
Kaliwanggu
Pilboks ini berada di Kelurahan
Kaliwanggu, jalan menuju ke pilboks ini dapat di tempuh dengan berjalan kaki
dan cukup sulit karena harus melawati pagar berduri dan masuk ke hutan, pilboks
ini tepatna berada diperkebenunan jambu mete, dekat sungai wanggu dengan
keadaan bangunan tampak di penuhi dengan rerumputan atau semak semak belukar,
posisi miring dan tertanam. Pilboks ini
masih dalam keadaan utuh. Bahan pembuatan pilboks ini terbuat dari beton dan
berdiri sendiri. Atribut pendukung lainnya di temukan sebuah campuran semen di
dekat pilboks tersebut yang bejarak hanya satu meter. Di atas pilboks terdapat 4
buah lubang kecil, 1 pintu masuk, dan 3 lubang bidikin atau pengintaian, arah
pintu menghadap tenggara 1000, arah lubang bidikan 1 menghadap ke
arah tengara 1250, lubang bidikan 2 meghadap ke arah barat daya 1830,
lubang bidikan 3 meghadap ke arah barat daya 2340, lebar pintu 80
cm, Tinggi pintu dari permukaan tanah 80,3 cm. Tinggi lubang pengintaian 23 cm,
lebar 80 cm, Bagian dalam piilboks tinggi dari dari permukaan tanah sampai atap
100 cm.
2. Bungker
Sinanggasi I
Secara adsmistrasi bungker ini terletas
di garis katulistiwa -40 09” 10’ LS dan 1220 38” 46” BT
tepatnya di Desa Sinanggasi, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Bentuk
dari bungker ni menyerupai hurup z, setiap bungker mempunyai 2 pintu masuk.
Arah pintu 1 menghadap kearah tenggara 1110, arah pintu ke 2 meghadap
kearah barat laut 2810. Keadaan bangunan di dalam bungker terlihat
sempurna akan tetap hampir di penuhi oleh tanah sedangkan keadaan bangunan di
luar tampak masih utuh dan tidak ada keretakan pada dinding. Ketebalan bangunan
40 cm, panjang bangunan 6 meter, bagian dalam tinggi bangunan dari permukaan
tanah 1.45 cm.
3. Bungker
Sinanggasi II
Secara adsmistrasi berada di Desa
Sinanggasi, Ranomeeto, Konawe Selatan, keberadaan bunker ini kurang lebih 2 m
dari bungker sebelumna dengan garis katulistiwa membujur keselatan -40 9”
11’ dan membentang kebarat 1220 38” 42’. Bungker ini memliki dua
pintu dengan panjang bangunan 60 cm dan tinggi 1.45 cm.
4. Bungker
Sinanggasi III
Masih ditempat yang sama dengan bungker
sebelumnya yang berada di Desa Sinanggasi, Ranomeeto dengan koordinat -40 09”
03’ LS dan 1220 38” 51’ BT. Bagian luar bungker ini tertimbun tanah
dan di penuhi rerumputan. Jalan untuk masuk ke dalam bungker cukup sulit karena
setiap orang harus jongkok, ini di sebabkan karena bungker tersebut hampir di penuhi dengan tanah. Di dalam
bungker terdapat 3 ruangan, ruangan yang berada di tengah cukup besar di
bandingkan dengan ruangan 1 dan 3 yang ukurannya cukup sama. Panjang lorong
bangunan yaitu 16 meter, panjang setiap ruangan 6 meter, lebar ruangan 1 dan 3 1,35 cm, lebar
ruangan 2 2 meter. Bahan pembuatan bangunan terdiri dari semen, besi, dan pasir
kasar. Dinding bangunan bagian dalam sudah mengalami kerusakan yang di sebabkan
oleh manusia bukan dari faktor alam, kemudian dinding bagian luar kami tidak
dapat mendiskripsikan ini di sebabkan oleh keadaan bangunan yang tertimbun oleh
tanah. Di dalam bangunan terdapat sebuah botol minuman. Tidak jauh dari
bangunan ini ditemukan juga pondasi berbentuk melingkar tinggi 1 meter yang
bagian atasnya di tumbuhi oleh pohon merica yang cukup banyak, menurut dari
hasil wawancara yang kami lakukan dari seorang tentara, dia mengatakan bahwa
pondasi itu merupakan tempat pendaratan halipad Jepang.
5. Pilboks
Ahmad Yani I
Pilboks ini berada di dekat perempatan
Wua-Wua, tepat di trotoar jalan poros Ahmad Yani, Kota Kendari. Secara astroomi
bera pada titik koordinat 030 59” 17’ LS dan 1220 30” 23’
BT dengan elevasi 31 mdp. Pada bagian atasnya berentuk silinder tapi pada again
bawa tidak terlihat lagi dikarenakan telah tertanam oleh trotoar dengan kata
lain telah menjadi bagian dari trotoar.
6. Pilboks
Ahmad Yani II
Berada di jalan Ahmad Yani, Kota Kendari
tepatnya didepan stasiun TVRI Kota Kendari. Secara astronomi berada di garis
katulistiwa 030 30” 59” 13’ LS dan 1220 30” 29’ BT. Dan
berada di ketinggian 40 mdpl. Pilboks ini memiliki bentuk silinder dengan ata
rata, satu pintu dan dua lubang bidik.
7. Pilboks
Made Sabara
Secara geografis terletak dititik
koordinat 30 58” 22’ LS dan 1220 31” 1’ BT dengan elevasi
15 mdpl. Pada dasarnya pilboks ini sama dengan pilboks yang ditemukan
dibeberapa tempat di Kota Kendari memiliki satu pintu dan dua lubang bidik.
Terdapat juga lubang bidik sebanyak tiga dengan ukuran yang sangat kecil pada
bagian atap. Kondisi pilboks tidak terawat maka banyak rumput liar yang tumbuh disekitar
pilboks.
8. Bungker
Gunung Jati
Secara adsmistrasi berada di Jati Mekar,
Gunung Jati, Kota Kendari. Berada tepat di perempatan jalan dengan orientasi
arah hadap ke utara. Memiliki dua pintu dengan ukuran lebar pintu 60 cm dan
tingg 1 meter. Kondisi bungker saat ini tidak terawatt dikarenakan telah
dialihfungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.
9. Baterai
Mata
Baterai ini berada di kelurahan Mata,
kecamatan Kendari. Baterai terletak diatas bukit dan pada bagian bawanya
terdapat rumah penduduk dan jalan poros menuju Toronipa. Posisi arah hadap
baterai ini menghadap langsung ke teluk Kendari. Baterai berbentuk segi empat
dengan bagian depan tebuka. Pada baterai ini juga terdapat sebuah meriam yang
menghadap kea rah teluk Kendari juga. Meriam memiliki dua roda putar, yang
berfungsi mengarahkan meriam kekanan dan kekiri atau berputar. Beberapa dari
hasil pengamatan banyak diantara bagian dari pada meriam ini telah hilang yang
kemungkinan di ambil oleh orang-orang yang awam atau para pencari besi bekas.
10. Meriam
Mata
Meriam ini juga terletak dikelurahan
Mata tidak jauh dari lokasi baterai Mata. Meriam ini berada di belakang rumah
penduduk dengan kondisi telah di selimuti oleh rumput-rumput liar. Meriam ini
juga tidak begitu Nampak yang dikarekan terselimuti oleh rumput. Arah mulut
meriam menghadap kelangit dengan pangkal meriam yang terletak di dasar lubang.
Pada lubang tersebut juga sama dengan lubang pada baterai yang berisikan
meriam.