Selasa, 19 April 2016

Tinggalan arkeologis kolonial Jepang di Kendari



1.      Pilboks Kaliwanggu
 
Pilboks ini berada di Kelurahan Kaliwanggu, jalan menuju ke pilboks ini dapat di tempuh dengan berjalan kaki dan cukup sulit karena harus melawati pagar berduri dan masuk ke hutan, pilboks ini tepatna berada diperkebenunan jambu mete, dekat sungai wanggu dengan keadaan bangunan tampak di penuhi dengan rerumputan atau semak semak belukar, posisi miring  dan tertanam. Pilboks ini masih dalam keadaan utuh. Bahan pembuatan pilboks ini terbuat dari beton dan berdiri sendiri. Atribut pendukung lainnya di temukan sebuah campuran semen di dekat pilboks tersebut yang bejarak hanya satu meter. Di atas pilboks terdapat 4 buah lubang kecil, 1 pintu masuk, dan 3 lubang bidikin atau pengintaian, arah pintu menghadap tenggara 1000, arah lubang bidikan 1 menghadap ke arah tengara 1250, lubang bidikan 2 meghadap ke arah barat daya 1830, lubang bidikan 3 meghadap ke arah barat daya 2340, lebar pintu 80 cm, Tinggi pintu dari permukaan tanah 80,3 cm. Tinggi lubang pengintaian 23 cm, lebar 80 cm, Bagian dalam piilboks tinggi dari dari permukaan tanah sampai atap 100 cm.
2.      Bungker Sinanggasi I
Secara adsmistrasi bungker ini terletas di garis katulistiwa -40 09” 10’ LS dan 1220 38” 46” BT tepatnya di Desa Sinanggasi, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Bentuk dari bungker ni menyerupai hurup z, setiap bungker mempunyai 2 pintu masuk. Arah pintu 1 menghadap kearah tenggara 1110, arah pintu ke 2 meghadap kearah barat laut 2810. Keadaan bangunan di dalam bungker terlihat sempurna akan tetap hampir di penuhi oleh tanah sedangkan keadaan bangunan di luar tampak masih utuh dan tidak ada keretakan pada dinding. Ketebalan bangunan 40 cm, panjang bangunan 6 meter, bagian dalam tinggi bangunan dari permukaan tanah 1.45 cm.
3.      Bungker Sinanggasi II
Secara adsmistrasi berada di Desa Sinanggasi, Ranomeeto, Konawe Selatan, keberadaan bunker ini kurang lebih 2 m dari bungker sebelumna dengan garis katulistiwa membujur keselatan ­-40 9” 11’ dan membentang kebarat 1220 38” 42’. Bungker ini memliki dua pintu dengan panjang bangunan 60 cm dan tinggi 1.45 cm.
4.      Bungker Sinanggasi III

Masih ditempat yang sama dengan bungker sebelumnya yang berada di Desa Sinanggasi, Ranomeeto dengan koordinat -40 09” 03’ LS dan 1220 38” 51’ BT. Bagian luar bungker ini tertimbun tanah dan di penuhi rerumputan. Jalan untuk masuk ke dalam bungker cukup sulit karena setiap orang harus jongkok, ini di sebabkan karena bungker  tersebut hampir di penuhi dengan tanah. Di dalam bungker terdapat 3 ruangan, ruangan yang berada di tengah cukup besar di bandingkan dengan ruangan 1 dan 3 yang ukurannya cukup sama. Panjang lorong bangunan yaitu 16 meter, panjang setiap ruangan 6  meter, lebar ruangan 1 dan 3 1,35 cm, lebar ruangan 2 2 meter. Bahan pembuatan bangunan terdiri dari semen, besi, dan pasir kasar. Dinding bangunan bagian dalam sudah mengalami kerusakan yang di sebabkan oleh manusia bukan dari faktor alam, kemudian dinding bagian luar kami tidak dapat mendiskripsikan ini di sebabkan oleh keadaan bangunan yang tertimbun oleh tanah. Di dalam bangunan terdapat sebuah botol minuman. Tidak jauh dari bangunan ini ditemukan juga pondasi berbentuk melingkar tinggi 1 meter yang bagian atasnya di tumbuhi oleh pohon merica yang cukup banyak, menurut dari hasil wawancara yang kami lakukan dari seorang tentara, dia mengatakan bahwa pondasi itu merupakan tempat pendaratan halipad Jepang.
  
5.   Pilboks Ahmad Yani I

Pilboks ini berada di dekat perempatan Wua-Wua, tepat di trotoar jalan poros Ahmad Yani, Kota Kendari. Secara astroomi bera pada titik koordinat 030 59” 17’ LS dan 1220 30” 23’ BT dengan elevasi 31 mdp. Pada bagian atasnya berentuk silinder tapi pada again bawa tidak terlihat lagi dikarenakan telah tertanam oleh trotoar dengan kata lain telah menjadi bagian dari trotoar.
6.      Pilboks Ahmad Yani II
Berada di jalan Ahmad Yani, Kota Kendari tepatnya didepan stasiun TVRI Kota Kendari. Secara astronomi berada di garis katulistiwa 030 30” 59” 13’ LS dan 1220 30” 29’ BT. Dan berada di ketinggian 40 mdpl. Pilboks ini memiliki bentuk silinder dengan ata rata, satu pintu dan dua lubang bidik.

7.      Pilboks Made Sabara
Secara geografis terletak dititik koordinat 30 58” 22’ LS dan 1220 31” 1’ BT dengan elevasi 15 mdpl. Pada dasarnya pilboks ini sama dengan pilboks yang ditemukan dibeberapa tempat di Kota Kendari memiliki satu pintu dan dua lubang bidik. Terdapat juga lubang bidik sebanyak tiga dengan ukuran yang sangat kecil pada bagian atap. Kondisi pilboks tidak terawat maka banyak rumput liar yang tumbuh disekitar pilboks.

8.      Bungker Gunung Jati
Secara adsmistrasi berada di Jati Mekar, Gunung Jati, Kota Kendari. Berada tepat di perempatan jalan dengan orientasi arah hadap ke utara. Memiliki dua pintu dengan ukuran lebar pintu 60 cm dan tingg 1 meter. Kondisi bungker saat ini tidak terawatt dikarenakan telah dialihfungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.

9.      Baterai Mata
Baterai ini berada di kelurahan Mata, kecamatan Kendari. Baterai terletak diatas bukit dan pada bagian bawanya terdapat rumah penduduk dan jalan poros menuju Toronipa. Posisi arah hadap baterai ini menghadap langsung ke teluk Kendari. Baterai berbentuk segi empat dengan bagian depan tebuka. Pada baterai ini juga terdapat sebuah meriam yang menghadap kea rah teluk Kendari juga. Meriam memiliki dua roda putar, yang berfungsi mengarahkan meriam kekanan dan kekiri atau berputar. Beberapa dari hasil pengamatan banyak diantara bagian dari pada meriam ini telah hilang yang kemungkinan di ambil oleh orang-orang yang awam atau para pencari besi bekas.

10.  Meriam Mata
Meriam ini juga terletak dikelurahan Mata tidak jauh dari lokasi baterai Mata. Meriam ini berada di belakang rumah penduduk dengan kondisi telah di selimuti oleh rumput-rumput liar. Meriam ini juga tidak begitu Nampak yang dikarekan terselimuti oleh rumput. Arah mulut meriam menghadap kelangit dengan pangkal meriam yang terletak di dasar lubang. Pada lubang tersebut juga sama dengan lubang pada baterai yang berisikan meriam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar