Minggu, 08 Juni 2014

Tak pantas



Gerombolan orang dihadapanku
Entah apa yang dimaksud
Menatap begitu serius
Entah apa yang mereka perhatikan

Aku tak begitu istimewa
Untuk menjadi seorang yang dibanggakan
Tak pantas pula untuk dipuji
Juga berada ditempat ini

Biarkan aku sendiri
Memikirkan apa yang harus dipikirkan
Dan kuharap Tuhan menjawabnya

Bisikan Tuhan






Terdiam dalam keheningan
Dingin, gelap, aku sendiri
Diterpa debu dengan angin lembut
Hingga muka tebal tanpa setetes air untuk membasahi

Aku terengah dalam kesendirian
Terus berjalan kedepan bersama kelelahan
Mencari cahaya yang telah lama hilang
Tapi hanya segerombolan orang dengan wajah yang gelap
Berbicarapun tak mereka mengerti
Dengan apa dan siapa dirinya

Teriaku dan tangisanku
Tak ada yang mendengar, menghirakankupun tak ada
Mencari pertolongan bahkan petunjuk tak ada
Mungkinkah itu, bisikan kecil berbunyi
Apakah hanya Tuhan yang mendengarkan?

Rabu, 04 Juni 2014

Kata Dalam Nasehat



Kupikir itu sebuah kata, ternyata itu rangkaian kata. Melilit seakan menyelimuti hampir seluruh percakapan ini hingga membuat gejolak Antara bosan dan menghargai. Kata itu tak sedikitpun akan menempel, tetapi dia hanya menyelimuti dan terus berusaha masuk tetapi halangan membuatnya terenyah jatuh dan melepasku. Bukan sebuah ransangan yang tepat untuk seorang keras kepala dalam sekejap akan menerima..
Mata mulai sayup dan telinga mulai panas. Inginku berteriak hingga terdengar seluruh jagat raya ini. Mereka harus tahu betapa ini akan semakin merusak pikiranku. Ada jejaring laba-laba yang menempel didinding putih. Menggoyangkan kepalanya hingga cicakpun mengeluarkan lidahnya. Nyamuk bernyanyi dikuping. Anjingpun menggonggong jauh entah apa gerangan.
Semua kata menjadi kalimat terangkai dalam satu Bahasa dan arti yang berniatt baik tetapi mengapa tak bisa masuk dalamku.