Kupikir
itu sebuah kata, ternyata itu rangkaian kata. Melilit seakan menyelimuti hampir
seluruh percakapan ini hingga membuat gejolak Antara bosan dan menghargai. Kata
itu tak sedikitpun akan menempel, tetapi dia hanya menyelimuti dan terus
berusaha masuk tetapi halangan membuatnya terenyah jatuh dan melepasku. Bukan
sebuah ransangan yang tepat untuk seorang keras kepala dalam sekejap akan
menerima..
Mata
mulai sayup dan telinga mulai panas. Inginku berteriak hingga terdengar seluruh
jagat raya ini. Mereka harus tahu betapa ini akan semakin merusak pikiranku.
Ada jejaring laba-laba yang menempel didinding putih. Menggoyangkan kepalanya
hingga cicakpun mengeluarkan lidahnya. Nyamuk bernyanyi dikuping. Anjingpun
menggonggong jauh entah apa gerangan.
Semua
kata menjadi kalimat terangkai dalam satu Bahasa dan arti yang berniatt baik
tetapi mengapa tak bisa masuk dalamku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar