Kamis, 10 April 2014

Puisi

Gelap

Banyak suara yang terdengar
Hingga gendang telinga seakan pecah
Melampaui batas pendengaran

Suara teriak, tawa, tangis yang diiringi dengan bunyi discotik yang ramai
Tapi rasanya tak Nampak
Gelap… dan begitu gelap
Tak satupun dapat kulihat
Tidak… aku tidak buta
Tapi aku kehilangan cahaya
Cahaya untuk kembali..



Intropeksi dirii

Dunia berubah
Tidakah kamu memperhatikannya
Kemewahan dan kesombongan
Tertanam begitu dalam pada diri
Reputasi, harga diripun jatuh
Murah, tidak bernilai lagi

Bosan,, aku begitu bosan
Apakah cuman ini saja jalannyya../
Mungkin kamu harus mencari
Dirimu siapa? Dan kamu dimana!
Ataukah harus terdengar suara Tuhan
Agar kamu mengerti



Indomie

Kamu telah mengetahui itu
Panjang dan berbelok-belok
Tetapi tetap terikat menjadi Satu
 menyambung hidup dalam kesendirian

Kamu telah mengetahuinya
Banyak bahaya padanya
Tapi entah mengapa
Dia tetap selalu dicarai

Ya, tak lain
Indomie,,, selerahku



Tak pantas

Gerombolan orang dihadapanku
Entah apa yang dimaksud
Menatap begitu serius
Entah apa yang mereka perhatikan

Aku tak begitu istimewa
Untuk menjadi seorang yang dibanggakan
Tak pantas pula untuk dipuji
Juga berada ditempat ini

Biarkan aku sendiri
Memikirkan apa yang harus dipikirkan
Dan kuharap Tuhan menjawabnya



Kelaparan

Suara gadu diterpa angin
Terguling-guling hingga kejahuan
Membuat tutupnya terbuka
Wada beras yang menjadi penyosong kehidupan
Tinggal sebutir yang kutemukan

Harus betanya pada siapa?
Marah pada siapa?
Kelaparan yang sudah begitu lama
Tertahan dengan segelas air dan ikatan ikat pinggang yang erat
Kubaringkan tubuh dan berdoa
Tuhan,,, tetap berikan aku hidup ini



Camera 360

Dibalik monitor dan aku memandang
Raut wajah nan elok
Pandang tak henti tertuju padanya
Seorang insan yang dibanggakan

Harusnya aku tahu
Itu bohong, dan itu palsu
Kutemui dirinya tepat depan mataku
Rupa yang begitu jauh berbeda
Terlontar pertanyaan
Inikah dirimu..?
Jati diri telah hilang, pemanipulasian, pengeditan wajah, agar kamu tetap terpandang
Tidak kah kamu tahu
Itu hanya membawa dirimu pada petaka
Olokan orang takan henti untukmu

Cantiklah pada dirimu sendiri
Jangan dirimu karena C360



Televisi

Pusat informasi
Baik maupun buruk
Investigasi, seputar tokoh nasional ataupun sebagainya
Tapi aku heran..
Ditonton banyak orang
Berita yang begitu menonjolkan keterpurukan hidup
Tapi kenapa taka da belasan kasihan
Apakah hhanya digunakan hanya untuk hiburan?
Atau sebagai tontonan belaka semata?



Logaritma

Logaritma bagian dari matematika
Memahami tujuan dari kematian
Tak bias tersimpul tanpa ikatan angka
Dari satu hingga Sembilan
Dengan pembagian serta penjumlahan
Sebuah literature kehidupan
Sebelas sifat yang dimiliki
Kamu digunakan dimana?


NN

Aku berlari mengejar cahaya yang sudah hamper redup
Harapan, kudapat menggenggamnya
Ilustrasi, angan dan asa yang selalu hadir
Menjadi bekal untuk kudapattkannyya

Ketika sebuah hasyrat jiwa Nampak
Kupikir itu akan tinggi
Ternyata tidak
Aku terkatuh dan begitu susah untuk bangkit

Tidakah seorang akan membantuku.?
Membantuh tubuh ini kemali berdiri
Kembali mengejar apa yang kejar
Berharap akan menjadi ilustrasiku

Siapakah yang akan mau..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar