Aku
telah memilih kamu, mengharapkanmu bahkan mencintaimu sejak setahun yang lalu.
Aku tak peduli tentang kamu yang baru saja mengenalku, yang penting saat ini
kamulah yang sebenarnya. Aku tak risau lagi untuk berharap dan mencarimu, yang
aku risaukan jika kamu tidak seperti sebelum kamu.
“malam
bang?” kata Wilda menyapaku via YahooMail.
“iya,
malam juga” balasku.
Cengkrama
yang begitu panjang kala malam itu, kami membahas tentang bagaimana bisa
berteman dijejaringan sosial ini, mengapa kami harus berceritra, dan bahkan
mengapa kami harus membahas ini. Hingga ujung dari cengkrama itu adalah nomor handphone.
Setelah
aku mengenal Wilda, rasanya begitu banyak motifasi yang aku dapatkan darinya,
baik itu pendidikan, hobby, kesukaan ataupun wawasan. Rasa kenyamanan saat
bersama Wilda itu semakin hari
semakin dalam ketika dia mengatakan sayang kepadaku. Sedikit terkejut akan
perkataanya tetapi akupun tak bisa membohongi perasaanku jikalau memang
sebenarnya aku menyangi dia.
Hubungan
ini berjalan apa adanya sebagaimana air mengalir mengikuti arusnya. Tetapi disuatu malam yang remang tanpa bintang dan bulan
aku ingin mencoba untuk mengubah arus aliran air ini. “emm, Wilda, one question”
“what
is that? Silakan”
“kita
ini apa?”
“maksudnya?”
“kita
ini teman, atau pacar, atau apa?”
“aku
tidak tahu”
“kenapa?”
“aku
tidak bisa LDR”
“terus?”
Pertanyaan
itu sampai saat ini tidakpun diakhiri dengan jawaban yang kuharapkan. Walapun
demikian, komunikasi kami tetap saja lancar sebagaimana biasanya, bercanda,
mengeluh, dan tak luput dari kata sayang. Membiarkan semua seperti biasa, mencari yang lebih
darinya, walau sampai saat ini masih saja dia dihatiku.
***
“sudah
setahun yah, kita sama-sama” kataku mengingatkan.
“iya”
Setahun menjalani hubungan tanpa status dengan jarak
yang begitu jauh serasa ngak ada problem dengan dirinya. Aku juga tidak tahu
akankah dia mengharapkan aku sebagaimana aku disini. Mungkinkah dia sudah punya
orang yang lebih special dibandingkan aku yang ngak bias beri dia apa-apa.
Hanya bisa memberi kata saying. Itu takan puas rasanya. Akupun juga akan
mengertikannya jika memang punya yang lain.
Kini begitu banyak ketidaknyambungan
hubungan kami saat ini yang membuat
jarak kami semakin menjauh, sejak aku mengingatkan jalannya hubungan ini
rasanya begitu banyak keanehan, entah itu apa akupun tidak ingin mengetahuinya.
Tetapi rasa penasaran ini terus menerus timbul seakan-akan kurasa saat ini
tidak ada lagi keindahan sikap ataupun tingkahnya kepadaku.
Aku
terkejut ketika hendak log in ke YahooMail,
melihat account yang beda dengan gambar yang sama seperti digunakan pada
account Wilda. Kumulai mencari tahu akan hal itu membuka chat bersama account
dengan nama tampilan Amhy.
“hallo”
sapaku.
“hallo
juga” jawabnya
Begitu
banyak basah basih yang terlontar dariku, hingga akhirnya akupun mulai membahas
tentang gerangan gambar yang sama dengan account Wilda. Sedikit shoc mendengar kenyataan yang ada saat
ini. Pemanipulasian gambar, pembohongan bahkan pembajakan gambar yang Wilda
lakukan sungguh sangat mengecewakanku. Bibir ini tak mampu lagi untuk berkata,
bahkan sepatah katapun tak mampu lagi kuucapkan.
“boleh
tanya?” untaiku.
“yah,
boleh” balasnya.
“Wilda
itu siapa sih? Kenapa fotonya sama?”
“dia
itu orang yang membajak fotoku, brengsek dia”
“oh
begitu, memangnya dia itu dari mana?”
“aku
tidak tahu”
Kumulai
lagi membuka berbagai pertanyaan yang bisa memberi peluang agar dekat dengan
dia. Hingga akhirnya hubungan inipun dimulai dengan orang yang sudah lama
kukenal tetapi dengan jiwa/raga
yang berbeda. Kumerasa bodoh dengan kisah ini, terlanjur mencintai dengan
melihat gambar saja. Sungguh senangnya diri ini jika bersama dengan
dia seorang Wilda tetapi semua hanya kepalsuan yang dia berikan kepadaku.
Mulai
lagi dengan persoalan yang begitu rumit ketika kekasihku bertanya padaku akan
hubunganku yang saat ini sedang berlangsung dengannya. Yah, memang, aku pasti akan menjalin hubungan dengan
orang lain. aku, bahkan banyak orang lain diluar sana yang ingin ada orang
memerhatikan dia dengan hubungan yang jelas. Inilah masalah yang membuatku
harus memilih antara dia dan dia. Akupun bingung apa yang
harus kuperbuat saat ini. Serasa takan pernah adil jika orang yang kucintai
takan pernah jadi miliku sedang orang yang saat ini menyangiku dengan setulus
hatinya malah tak bisa kucintai.
“kenapa
tidak ada kabar?” kata Rosa kalem dengan nada suaranya dibalik telephon.
“hehehe”
“aku
tahu, pasti kamu sibuk dengan TTM kamu yang di Surabaya”
Tuttt,,
tutt,, tutt,, aku langsung mematikan telphonnya begitu saja. Salah ataupun benar, aku harus memilih, aku tidak
ingin minyiksa perasaan orang lain hanya karena untuk menyangiku saja.
Please,
forgive me. Aku
punya sedikit pesan buat kamu. Hati itu untuk dipilih bukan untuk memilih.
Dan carilah orang yang memberi kamu segalanya tanpa harus kamu minta. Dan itu
tidak dihubungan ini. Aku melepas kamu agar diantara kita tidak ada yang merasa
tersakiti. Ucapan terahir yang kukirim via SMS.
(Bingung
Pilih Yang Mana) nama tampilan YahooMail
yang baru saja kuganti. Senada berbunyi dengan singkat. Tanda pesan masuk.
“kenapa
bingung” tanya Amhy
“hehehe” balasku kalem.
“pilih
aku aja”
“Aku
telah memilih kamu, mengharapkanmu bahkan mencintaimu sejak setahun yang lalu”
“masah
sih?”
“Aku
tak peduli tentang kamu yang baru saja mengenalku, yang penting saat ini
kamulah yang sebenarnya”
“iya,
kamu tidak takut akan mengulang lagi?”
“Aku
tak risau lagi untuk berharap dan mencarimu, yang aku risaukan jika kamu tidak
seperti sebelum kamu”
“Dit,
ada satu yang pengen kuberitahukan pada kamu”
“apa
itu?”
“sebenarnya
nama asli saya adalah Irma, bukan Amhy”
“oh,
begitu”
Keterbukaan
ini membuat aku semakin percaya dan yakin kepadanya yang telah menjadi Irma.
Aku takan pernah tahu kedepan untuk perjalanan hubungan ini bagaimana. Mungkin
akan jadi rahasia, percintaan, atau malah akan jadi sebuah memoar dalam hidup.
***
Aku ingin
berbagi kehidupanku kepada kamu, buku ini berisih ceritra tentang pencarian
cinta. Didalamnya tidak ada akhir dari perjalananku untuk mendapatkan cinta.
Untuk saat ini, kamulah salah satunya orang yang mampu menjawabnya.
Selang
waktu yang begitu panjang, kuberikan sebuah buku yang kubuat dengan tanganku
sendiri, agar Irma dapat membaca dan memahami perasaan ini. Aku telah terlanjur
larut dalam cinta, telah begitu kokoh bagai intan yang terbentuk secara
euhedral. Tak mampu lagi tererosi dan menjadi sedimen. Semakin panas dan
terkompreskan seperti metamorf dan akan kembali menjadi magma, dimana disitulah
kita akan disatukan dan kembali mendingin untuk menjadi beku.
Ich Liebben Du...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar